Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik

Apa saja sih perbedaan sampah organik dan anorganik?
Image by Dall-E



Kriteria

Sampah Organik

Sampah Anorganik

Sumber

Berasal dari bahan-bahan organisme hidup, seperti sisa makanan, daun, dan limbah tumbuhan.

Berasal dari bahan non-hidup, seperti plastik, kertas, logam, kaca, dan bahan sintetis lainnya.

Komposisi Kimia

Mengandung karbon dan dapat diuraikan oleh organisme hidup melalui proses pembusukan atau dekomposisi.

Biasanya terdiri dari material yang sulit terurai secara alami dan cenderung bersifat kukuh dalam lingkungan.

Proses Pembusukan

Mudah terurai dan mengalami proses pembusukan dengan bantuan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.

Tidak mengalami proses pembusukan dengan cepat dan dapat bertahan dalam lingkungan untuk waktu yang lama.

Pengelolaan Limbah

Dapat diolah menjadi pupuk kompos melalui composting.

Memerlukan metode pengolahan khusus, seperti daur ulang atau pembuangan yang aman, karena tidak mudah terurai.

Contoh

Sisa makanan, kulit buah, daun kering, kertas, kotoran hewan.

Plastik, kaca, logam, kertas laminasi, karet sintetis.

Dampak Lingkungan

Cenderung memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah karena dapat terurai secara alami.

Dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan memiliki dampak jangka panjang jika tidak dikelola dengan baik.



Catatan:
Di atas adalah tabel perbedaan dalam bentuk umumnya saja, jangan ragu untuk mengecek kebenaran informasi di situs resmi. Kesimpulannya bahwa pengelolaan sampah sangat penting, terutama sampah Anorganik karena sangat berisiko dan sulit untuk terurai.